DAFTAR USULAN NYANYIAN MISA (Th. B)

Juli – Agustus 2015

 

03 Juli 2015 – Jumat Pertama

Tema: Aku menginginkan kasih sayang bukan persembahan.

Bac.I: Aku akan mengirimkan kelaparan; bukan kelaparan akan makanan, melainkan kelaparan akan sabda Tuhan. (Am 8:4-6,9-12)

Mzm Tgp: Manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Mz.119)

Bac.Injil: Bukan orang sehat yang memerlukan dokter; Aku menginginkan kasih sayang bukan persembahan. (Mat 9:9-13)

Lagu Pembuka: MB 502 / MB 512 (Flores)

Mz. Tgp.: MB 570 / MB 635 (Timor)

Alleluya dan A.P.I : MB 653

Persiapan Persembahan: MB 243 / 663 (Batak Simalungun)

Komuni: MB 286 / MB 690 (Batak Toba)

Madah Pujian: MB 506 / MB 777 (Batak Toba)

 

05 Juli 2015 – Hari Minggu Biasa XIV

Tema: Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri

Bac.I: Mereka adalah kaum pemberontak! Tetapi mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka. (Yes 2: 2-5)

Mzm Tgp: Tuhan sudi dengarkan rintihan umat-Mu. (Mz. 123)

Bac.II: Aku lebih suka bermegah atas kelemahan, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. (2Kor 12:7-10)

Bac.Injil: Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri. (Mrk 6:1-6)

Lagu Pembuka: MB 661 / MB 602 (Batak Simalungun)

Mz. Tgp.: MTA 818:

Alleluya / A.P.I: MTA 961 / MB 651

Persiapan Persembahan: MB 244 / MB 669 (Tanimbar)

Komuni: MB 283 / MB 690 (Batak Toba)

Madah Pujian: MB 532 / MB 703(Dayak Uud Danum)

Ulasan:

Sadarkah kita bahwa ada nabi di tengah-tengah kita? bahwa Tuhan bicara juga melalui orang yang tiap hari berada di sekitar kita? Janganlah kita berprasangka bahwa ini mustahil. Janganlah kita tenggelam dalam rutinitas yang menghindarkan kita melihat dan mendengar Tuhan dalam hidup sehari-hari. Dan sebaliknya: Janganlah kita kecewa bila suara dan maksud baik kita kurang didengarkan oleh orang yang dekat dengan kita. Janganlah jadi marah, seperti Tuhan yang hanya heran saja dan bersabar.

12 Juli 2015 – Hari Minggu Biasa XV

Tema: Yesus mengutus murid-murid-Nya.

Bac.I: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku. (Am 7:12-15)

Mzm Tgp: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan. (Mz. 85)

Bac.II: Di dalam Kristus Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. (Ef 1:3-14)

Bac.Injil: Yesus mengutus murid-murid-Nya. (Mrk 6:7-13)

Lagu Pembuka: MB 456 / MB 744 (Kei – Maluku))

Mz. Tgp.: MTA 815

Alleluya / A.P.I: MTA 962/MB 652

Persiapan Persembahan: MB 459 / MB 799 (Tionghoa)

Komuni: MB 280 / MB 800 (Timor - Dawan)

Madah Pujian: MB 463 / MB 794 (Nias)

Ulasan:

Para murid diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah tanpa membawa bekal / uang, tanpa sarana / perlengkapan. Mustahilkah pada zaman sekarang untuk berkarya pastoral seperti itu? Para murid diutus untuk berkontak secara perorangan dengan masyarakat sambil berbuat baik dan memperoleh makan bahkan penginapan sebagai balasan. Tanpa mengusir setan, namun dengan memberi pengarahan dari kesulitan ("tobat"); tanpa menyembuhkan orang sakit, namun dengan memperhatikan mereka ("minyak") kiranya tugas pengutusan tetap berlaku sampai sekarang juga untuk kita.

19 Juli 2015 – Hari Minggu Biasa XVI

Tema: Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala

Bac.I: Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku, dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka. (Yer 23:1-6)

Mzm Tgp: Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku. (Mz. 23)

Bac.II: Dialah damai sejahtera kita yang telah mempersatukan kedua pihak. (Ef 2:13-18)

Bac.Injil: Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. (Mrk 6:30-34)

Lagu Pembuka: MB 160 / MB 776 (Batak Toba)

Mz. Tgp.: MTA 849 = MB 282 / 154:

Alleluya / A.P.I: MTA 952 / MB 653

Persiapan Persembahan: MB 243 / MB 664 (Jawa)

Komuni: MB 290 / MB 692 (Jawa)

Madah Pujian: MB 308 / MB 795 (Batak Toba)

 

Ulasan:

Bantuan sosial seperti sembako untuk kurban gempa / tsunami memang berarti bagi orang yang menderita. Namun yang sering dilupakan ialah ungkapan belas kasih, waktu, hati – itulah yang diutamakan oleh Yesus. Bahkan waktu istirahat dikurbankan untuk itu. Kerajaan Allah adalah justru itu: kasih nyata, bukan omong-omong saja; usaha untuk membuat dunia ini menjadi lebih manusiawi, menghadirkan kasih Allah di antara sesama; menyadari bahwa sekarang pun ada "domba yang tidak mempunyai gembala."

26 Juli 2015 – Hari Minggu Biasa XVII

Tema: Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak sebanyak yang mereka kehendaki.

Bac.I: Orang akan makan dan bahkan ada sisanya. (2 Raj 4: 42-44)

Mzm Tgp: Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan. (Mz 145)

Bac.II: Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan. (Ef. 4: 1-6)

Bac.Injil: Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak sebanyak yang mereka kehendaki. (Yoh 6:1-15)

Lagu Pembuka: MB 298 / MB 609 (Flores-Ngada)

Mz. Tgp.: MTA 857

Alleluya / A.P.I: MTA 956 /MB 654

Persiapan Persembahan: MB 529 / MB 784 (Bali)

Komuni: MB 282 / MB 696 (Flores - Sikka)

Madah Pujian: MB 302 / MB 704 (Daya' Ma'anyan)

Ulasan:

Meski Yesus tahu bahwa orang datang kepada-Nya karena butuh bantuan jasmani, Ia tetap melayani mereka dengan memberi rejeki. Namun tidak tanpa bantuan para murid yang mencari dan memperoleh info tentang sangu/ bekal seorang bocah yang masih menyimpan lima roti dan dua ikan. Dalam perayaan Ekaristi pun demikian: Tuhan sadar akan kelaparan kita. Dan Ia pun bertanya: "Dari mana kita akan membeli roti supaya mereka ini dapat makan?" Sebagai Gereja kita pun diharap menyediakan dan mengorbankan apa adanya pada kita! - Relakah kita untuk menyumbangkan uang, waktu, hati kita? Percayakah kita bahwa itu pun akan digandakan oleh Tuhan sebagai rejeki untuk banyak orang?

02 Agustus 2015 – Hari Minggu Biasa XVIII

Tema: Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Bac.I: Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu. (Kel 16: 2-4;12-15)

Mzm Tgp: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera. (Mz 78)

Bac.II: Kenakanlah manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah. (Ef 4:17.20-24)

Bac.Injil: Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yoh 6:24-35)

Lagu Pembuka: MB 165 / MB 614 (Maluku-Tanimbar)

Mz. Tgp.: MTA 846

Alleluya / A.P.I: MTA 960 / MB 655

Persiapan Persembahan: MB 228 / MB 665 (Dayak Kandayan)

Komuni: MB 505 / MB 284 (Taize)

Madah Pujian: MB 304 / MB 311(Flores - Sikka)

 

Ulasan:

Membagikan roti / bantuan sosial itu penting untuk Gereja zaman sekarang pula. Namun tidak cukup. Yesus menunjuk suatu tujuan yang lebih mendalam yang terkait dengan tugas sosial: membagikan kasih Allah. Bagaimana caranya? Dengan menjadi satu dengan Dia yang diutus oleh Allah Bapa, dengan "makan Tubuh-Nya" dalam Ekaristi dulu. Karena Dialah turun dari surga sebagai perwujudan kasih Allah. Dengan demikian kita akan mampu membagi kasih, menghadirkan kasih-Nya dalam perbuatan baik kita. Maka kita pun berdoa: "Berilah kami roti itu senantiasa".

06 Agustus 2015 – Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Tema: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.

Bac.I: Pakaiannya putih seperti salju. (Dan 7:9-10.13-14)

Mzm Tgp: Segala bangsa bertepuk tanganlah, berpekiklah untuk Allah Raja Semesta. (Mz 97)

Bac.II: Suara itu kami dengar datang dari surga. (2 Ptr 1:16-19)

Bac.Injil: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. (Mrk 9:2-10)

Lagu Pembuka: MB 516 / MB 606 (Dayak Ma’anyan)

Mzm. Tgp.: MTA 836

Alleluya / A.P.I: MTA 956 / MB 637

Persiapan Persembahan: MB 511 / MB 771(Jawa)

Komuni: MB 288 / MB 698 (Toraja)

Madah Pujian: MB 487 / MB 758 (Jawa)

07 Agustus 2015 – Jumat Pertama

Tema: Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Darimana diperoleh-Nya semuanya itu?

Bac.I: Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan. (Yer 26:1-9)

Mzm Tgp: Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku ya Tuhan. (Mz 69)

Bac.Injil: Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Darimana diperoleh-Nya semuanya itu? (Mat 13: 54-58)

Lagu Pembuka: MB 506 / MB 222 (Taize)

Mzm. Tgp: MB 578

Alleluya / A.P.I: MB 638

Persiapan Persembahan: MB 241/ MB 231(Tetum)

Komuni: MB 285 / MB 697 (Timor - Dawan)

Madah Pujian: MB 516 / MB 705 (Daya' Uud Danum)

 

09 Agustus 2015 – Hari Minggu Biasa XIX

Tema: Akulah roti yang telah turun dari surga.

Bac.I: Oleh kekuatan makanan itu, Elia berjalan sampai ke gunung Allah. (1 Raj 19:4-8)

Mzm Tgp: Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan. (Mz 34)

Bac.II: Hiduplah di dalam kasih, seperti Kristus Yesus. (Ef 4:30-5:2)

Bac.Injil: Akulah Roti yang telah turun dari surga. (Yoh 6:41-51)

Lagu Pembuka: MB 293 / MB 699 (Papua-Kupel)

Mzm. Tgp.: MTA 857

Alleluya / A.P.I: MTA 956 / MB 642

Persiapan Persembahan: MB 291 / MB 663 (Batak Simalungun)

Komuni: MB 286 / MB 697 (Timor-Dawan)

Madah Pujian: MB 295 / MB 708 (Manado

Ulasan:

Seri ajaran Yesus tentang arti "roti hidup" dalam Injil hari ini mencapai puncaknya dengan sabda dan uraian Yesus: Roti ini ialah hidup-Ku. Seperti Kuserahkan roti ini padamu, begitu akan Kuserahkan hidup-Ku waktu Aku disalibkan dan dibangkitkan dari mati. "Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya". Ini terjadi tiap kali sambut komuni dalam perayaan Ekaristi.

16 Agustus 2015 – Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga

Tema: Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepada-Ku dan meninggikan orang-orang yang rendah.

Bac.I: Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya. (Why 11:19a;12:1.3-6a.10ab)

Mzm Tgp: Segala keturunan akan menyebut aku bahagia. (Mz 45)

Bac.II: Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya. (I Kor 15:20-26)

Bac.Injil: Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi Aku? (Luk 1:39-56)

Lagu Pembuka: MB 536 / MB 813 (Nias)

Mz. Tgp.: MTA 861

Alleluya / A.P.I: MTA 953 / MB 639

Persiapan Persembahan: MB 547 / MB 822 (Timor-Tetum)

Komuni: MB 540 / MB 289 (Jawa)

Madah Pujian: MB 542 / MB 817(Jawa)

 

Ulasan:

Kita rayakan bahwa seorang dari kita telah sampai di tempat tujuan di surga, dan kita harap bahwa kelak kita pun dapat sampai di tempat itu juga. Maria sadar bahwa semua yang terjadi pada dirinya sendiri – mulai dari penugasan oleh malaikat Gabriel – merupakan anugerah Allah, karya Roh Kudus yang menaungi dia, dan bukanlah jasa Maria. Maka ia bersyukur tentang apa yang dikerjakan Allah pada dirinya sendiri. Kita pun ikut bersyukur bersama Maria.

 

17 Agustus 2015 – Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

Tema: Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Bac.I: Para penguasa bertanggungjawab atas rakyatnya. (Sir 10:1-8)

Mzm Tgp: Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih. (Mz 101)

Bac.II: Berlakulah sebagai orang yang merdeka. (I Ptr 2:13-17)

Bac.Injil: Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. (Mat 22:15-21)

Lagu Pembuka: MB 496 / MB 764 (Flores - Keo)

Mz. Tgp.: MTA 862 / MB 586

Alleluya / A.P.I: MTA 956/MB 641

Persiapan Persembahan: MB 494 / MB763 (Flores-Ngada)

Komuni: MB 292 / MB 790 (Batak Toba)

Madah Pujian: MB 488 / MB 775(Nias)

Ulasan:

Menghargai "Kaisar" / pemerintah dengan membayar pajak dan taat pada peraturan, itu tidak berarti "menyembahnya" dengan membenarkan segala "kebijaksanaan" pemerintah sambil semata-mata mengikuti keinginannya. Lain dengan agama Islam, agama Kristen membedakan antara agama dan negara.- Namun di lain pihak kita boleh bersyukur bersama atas bimbingan Tuhan terhadap perkembangan negara kita, atas bimbingan-Nya lewat suka dan duka. Kita perlu berdoa agar Tuhanlah yang memimpin negara kita, termasuk para pejabat pemerintah.

 

23 Agustus 2012 – Hari Minggu Biasa XXI

Tema: Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.

Bac.I: Kami akan beribadah kepada Tuhan sebab Dialah Allah kita. (Yos 24:1-2a.15-17.18b)

Mzm Tgp: Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan. (Mz 34)

Bac.II: Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (Ef 5:21-32)

Bac.Injil: Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal. (Yoh 6:60-69)

Lagu Pembuka: MB169 / MB 766 (Nias Tengah)

Mzm. Tgp.: MTA 857

Alleluya / A.P.I: MTA 956 / MB 642

Persiapan Persembahan: MB 230 / MB 772 (Jawa)

Komuni: MB 294 / MB 695 (Flores Lio)

Madah Pujian: MB 300 / MB 303 (Timor-Tetum)

 

Ulasan:

Menerima komuni selalu menjadi tantangan untuk iman. Karena roti yang kita terima nampak sebagai roti saja, dan apa yang kita imani bahwa Tuhan menyerahkan Diri kepada kita. Memang, yang dimaksudkan ialah penyerahan Diri waktu Ia wafat di kayu salib dan menyerahkan nyawa sebagai tebusan untuk kita. Dan inilah tidak selalu kita sadari. Namun tetap berlaku pula, "Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." Maka tidak usah kita takut menyambut komuni, asal dengan hati penuh syukur.

 

30 Agustus 2015 – Hari Minggu Biasa XXII

Tema: Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.

Bac.I: Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan. (Ul 4:1-2,6-8).

Mzm Tgp: Tuhan siapa tinggal di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci. (Mz 15)

Bac.II: Hendaklah kamu menjadi pelaku firman. (Yak 1:17-18.21b-22.27)

Bac.Injil: Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. (Mrk 7:1-8, 14-15, 21-24)

Lagu Pembuka: MB170 / MB 607 (Dayak Kenyah)

Mzm. Tgp.: MTA 857

Alleluya / A.P.I: MTA 956 / MB 642

Persiapan Persembahan: MB 232 / MB 668 (Sumba)

Komuni: MB 513 / MB 694 (Dayak Benuaq))

Madah Pujian: MB 306 / MB 310 (Flores-Lio)

Ulasan:

Injil ini jauh lebih dalam daripada peringatan akan etiket / nasehat higienis. Dalam ajaran ini umat Allah yang baru (orang Yunani dan juga kita) dibebaskan dari kewajiban ritual orang Yahudi. Banyak umat Kristiani di Indonesia sebenarnya juga masih merasa terikat pada kewajiban adat (Jawa, Flores, Batak, Toraja dsb.) dan enggan untuk meninggalkan tradisi ini karena takut akan kena sangsi adat. Bagi kita semua berlaku: Yang penting hati manusia, bukan perbuatan lahiriah. Bila hati pada Tuhan, kita tidak usah takut.