Daftar Usulan Nyanyian

September - Oktober 2014 (tahun A)

 

 


05 September 2014 – Jumat Pertama

 

Tema: Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai berpuasa.

Bac. I: Segala sesuatu diciptakan dengan

perantaraan-Nya dan untuk Dia (Kor 4:1-5).

Mzm Tgp: Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak-

sorai (Mz 37).

Bac. Injil: Apabila mempelai diambil, barulah

sahabat-sahabat mempelai berpuasa (Luk 5:33-39).

Lagu Pembuka: MB 505/MB 743 (Maluku-Tanimbar)

Mzm. Tgp.: MB 584 (Dayak Ribun)

Alleluya / A.P.I: MB 648 (Papua Me)

Persiapan Persembahan: MB 228/MB 663 (Batak Simalungun)

Lagu Komuni: MB 286/MB 689 (Nias)

Madah Pujian: MB 506/MB 708 (Manado)

 

 

07 September 2014 – Hari Minggu Biasa XXIII – Hari Minggu Kitab Suci Nasional)

 

Tema: Apa yang kauikat di dunia ini, akan terikat di surga.

Bac. I: Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang

jahat, Aku akan menuntut pertanggung-jawaban atas

nyawanya dari padamu (Yeh 33:7-9).

Mzm Tgp: Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu,

 cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-

Mu. (Mz 95).

Bac. II: Kasih itu kegenapan hukum Taurat (Rom 13:8-10).

Bac. Injil: Jika seorang berdosa mendengarkan

 nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali (Mat

18:15-20).

Lagu Pembuka: MB 169/MB 209 (Dayak Benuaq Ohong)

Mzm. Tgp.: MTA 854/MB 208

Alleluya / A.P.I: MTA  960/MB 649

Persiapan Persembahan: MB 521/MB 780 (Batak Simalungun)

Lagu Komuni: MB 300/MB 693 (Dayak Kenyah)

Madah Pujian: MB 530/MB 795 (Batak Toba)

 

Ulasan:

"Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" – itulah dasar liturgi, yakni kebersamaan dalam doa dengan Tuhan sebagai "Imanuel" / Allah beserta kita. Untuk itu sebagai orang beriman kita perlu bersatu. Bila ada suatu masalah maka hendaknya diselesaikan dengan tuntas; agar dapat disingkirkan diperlukan doa bersama.

 

 

08 September 2014 – Pesta Kelahiran St. Perawan Maria

 

Tema: Imanuel: Allah menyertai kita

Bac. I: Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu

melahirkan (Mi 5:1-4a) / Mereka yang dipanggil Allah, juga

dibenarkan oleh-Nya (Rom 8:28-30).

Mzm Tgp: Aku bersuka-cita dalam Tuhan (Mz 13).

Bac. Injil: Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari

 Roh Kudus (Mat 1:1-16, 18-23).

Lagu Pembuka: MB 538/MB 820 (Timor-Tetum)

Mzm. Tgp.: MTA 583

Allaluya / A.P.I: MTA 650

Persiapan Persembahan: MB 247/MB 246 (Tionghoa)

Lagu Komuni: MB 283/MB 696 (Sikka-Flores)

Madah Pujian: MB 548/MB 816 (Mentawai)

 

 

14 September  2014 – Pesta Salib Suci

 

Tema: Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menyelamatkan dunia.

Bac. I: Setiap orang yang dipagut ular, jika memandang ular tembaga, ia akan tetap hidup (Bil 21:4-9).

Mzm Tgp: Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan. (Mz 78).

Bac. II: Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat

meninggikan Dia (Flp 2:6-11).

Bac. Injil: Anak manusia harus ditinggikan (Yoh 3:13-17).

Lagu Pembuka: MB 415/MB 414 (Bahau-kaltim)

Mzm. Tgp.: MTA 830

Alleluya / A.P.I: MTA  952/MB 652 (

Persiapan Persembahan: MB 412/MB 388 (Ngada-Flores)

Lagu Komuni: MB 283/MB 695 (Lio-Flores)

Madah Pujian: MB 417/MB 744 (Kei-Maluku)

 

Ulasan:

Bacaan pertama tentang ular di padang gurun memang membingungkan. Baru menjadi jelas dengan kutipan Injil Yohanes: Yesus yang ditinggikan pada salib ternyata menarik harapan semua orang pada keselamatan / hidup yang datang dari salib. Dengan memandang salib, berkat Allah turun atas diri kita. Yesus yang membentangkan tangan-Nya merangkul kita. Namun syaratnya ada juga: percaya bahwa dengan menerima tantangan / salib datanglah kebahagiaan berkat kasih Yesus yang dibuktikan dalam wafat-Nya untuk kita.

 

21 September 2014 – Hari Minggu Biasa XXV

 

Tema: Iri hatikah engkau karena Aku murah hati?

Bac. I: Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu (Yes 55:6-9).

Mzm Tgp: Tuhan mendengarkan doa orang beriman (Mz 145)

Bac. II: Bagiku hidup adalah Kristus (Flp 1:20c-24, 27a).

Bac. Injil: Iri hatikah engkau karena aku murah hati? (Mat

20:1-16a).

Lagu Pembuka: MB 165/MB 604 (Jawa)

Mzm. Tgp.: MTA 816/MB 592 (Timor-Tetum)

Alleluya / A.P.I: MTA 962/MB 654

Persiapan Persembahan: MB 241/MB 664 (Jawa)

Lagu Komuni: MB 283/MB 696 (Sikka-Flores)

Madah Pujian: MB 517/MB 758 (Jawa)

 

Ulasan:

Sebenarnya provokasi yang termuat dalam perumpamaan tentang orang-orang upahan adalah jawaban Yesus atas kritik orang Farisi: Mereka (yang bekerja sepanjang hari) menyalahkan Yesus bahwa Ia menyamakan mereka dengan orang pendosa (yang bekerja hanya satu jam). Jawaban Yesus: Apakah Allah tidak boleh berbuat baik sebagaimana Ia kehendaki? Dalam karya Yesus karya Allah dihadirkan. Suatu pertanyaan pada kita: Apakah kita rela menerima kebaikan Allah seadanya? Apakah kita sadar bahwa Allah berkarya dimana dibutuhkan oleh manusia? Apakah kita rela seperti Yesus melampaui batas-batas antara manusia dan menghadirkan kebaikan Allah dimana pun juga?

 

 

28 September 2014 – Hari Minggu Biasa XXVI

 

Tema: Pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Bac. I: Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang

 dilakukannya, ia akan menyelamatkan jiwanya (Yeh

18:25-28).

Mzm Tgp: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya

Tuhan (Mz 25).

Bac. I:  Dalam hidupmu bersama hendaklah kamu

bersikap seperti Kristus Yesus (Flp 2:1-11).

Bac. Injil:  Pemungut-pemungut cukai dan para pelacur

akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah

(Mat 21:28-32).

Lagu Pembuka: MB 168/MB 609 (Ngada-Flores)

Mzm. Tgp.: MTA 815

Alleluya / A.P.I: MTA 962 / MB 655

Persiapan Persembahan: MB 245/MB 670 (Papua Meybrat)

Lagu Komuni: MB 298/MB 792 (Batak Toba)

Madah Pujian: MB 308/MB 761 (Dayak Kandayan)

 

Ulasan:

Orang dapat melaksanakan kehendak Allah dengan menjaga larangan dan melaksanakan tuntutan-tuntuan yang termuat dalam Taurat / adat. Di sini "hukum" menggantikan kemauan pribadi dari seseorang. Yang tidak taat pada hukum dalam pandangan ini tidak akan masuk surga.- Namun dalam perumpamaan orang yang menolak kehendak Allah merubah sikapnya dan kemudian melaksanakan kehendak Allah.- Seperti para Farisi dan Ahli Taurat, kita pun ditanya untuk menilai: siapa yang lebih disukai oleh Bapa di surga? Apakah kita melaksanakan "hukum" atau kehendak Allah? Apakah kita bicara saja ataukah (seperti Yesus) mengerjakan yang baik bagi sesama?

 

 

03 Oktober 2014 – Jumat Pertama

 

Tema: Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

Bac. I: Pernahkah engkau menyuruh dinihari datang? (Ayb 38:1,12-21;39:36-38)

Mzm Tgp: Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal. (Mz 139)

Bac. Injil: Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku. (Luk 10:13-16)

Lagu Pembuka: MB 171/MB 602 (Batak Simalungun)

Mzm. Tgp.: MTA 857/MB 591 (Minahasa)

Alleluya / A.P.I: MTA 961/MB 643 (Daya’ Kenyah Ma Tukung)

Persiapan Persembahan: MB 232/MB 289 (Jawa)

Lagu Komuni: MB 280/MB 691 (Pakpak Dairi)

Madah Pujian: MB 302/MB 701 (Batak Toba)

 

 

05 Oktober 2014 – Hari Minggu Biasa XXVII

 

Tema: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Bac. I: Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel

 (Yes 5:1-7).

Mzm Tgp: Ya Tuhan, lindungi kami di dalam kesesakan (Mz

 80)

Bac. II: Lakukanlah semua yang telah kamu lihat padaku,

maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu

 ((Flp 4:6-9).

Bac. Injil: Kebun anggur itu akan ia sewakan kepada

penggarap-penggarap lain (Mat 21:33-43).

Lagu Pembuka: MB 169/MB 605 (Daya’ Kandayan)
Mzm. Tgp.:  MTA 851/MB 962

Alleluya/A.P.I:  MTA 956/MB 637 (Mentawai)

Persiapan Persembahan: MB 233/MB 771 (Jawa)
Lagu Komuni: MB 291/MB 698 (Tator)
Madah Pujian:  MB 487/MB 758 (Jawa)

 

Ulasan:

Konteks dari perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur adalah orang Yahudi / orde lama dalam kontras dengan Gereja sebagai "orde baru". Mirip dengan pertentangan antara hukum adat sebagaimana masih berlaku di Indonesia dan hukum Injil. Namun ini bukan alasan untuk membanggakan diri bahwa kita lebih baik daripada "nenek moyang" atau orde lama / baru. Yang penting: menghasilkan buah. Itulah ukurannya yang diterapkan oleh Tuhan sebagai pengurus kebun anggur.

 

 

12 Oktober 2014 – Hari Minggu Biasa XXVIII

 

Tema: Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Bac. I: Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan

 menghapus air mata dari wajah semua orang (Yes 25:6-10a).

Mzm Tgp: Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan (Mz

23)

Bac. II: Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang

 memberi kekuatan kepadaku (Flp 4:12-14, 19-20).

Bac. Injil: Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke

pesta nikah ini (Mat 22:1-14).

Lagu Pembuka: MB 166/MB 613 (Sumba)

Mzm. Tgp.: MTA 841/MB 154 (Flores)

Alleluya / A.P.I: MTA 956/MB 640 (Batak Toba)

Persiapan Persembahan: MB 233/MB 668 (Sumba)

Lagu Komuni: MB 297/MB 690 (Batak Toba)

Madah Pujian: MB 293/MB 312 (Batak Toba)

 

Ulasan:

Lagi suatu perumpamaan dalam konteks pertentangan yang dialami Gereja perdana terhadap umat Allah dari Perjanjian Lama.- Konteks ini menjadi konkrit untuk zaman sekarang bila diperhatikan akhir perumpamaan: Semua(!) dipanggil untuk mengikuti perjamuan Tuhan, termasuk juga orang jahat. Namun syaratnya, ia harus memakai busana pesta, artinya hidup pantas / peka terhadap suara hati nurani. Allah akan menilai siapa yang pantas untuk masuk dan siapa yang dibuang – ini bukan urusan manusia. Tetapi tetap berlaku: "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih".

 

 

19 Oktober  2014 – Hari Minggu Biasa XXIX

 

Tema: Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Bac. I: Aku memegang tangan kanan Koresh, supaya aku

 menundukkan bangsa-bangsa di depannya (Yes 45:1, 4-

6).

Mzm Tgp: Pujilah Tuhan, hai umat Allah (Mzm 96)

Bac. II: Kami selalu teringat akan amal imanmu, akan

usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu (1 Tes 1: 1-5b)

Bac. Injil: Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu

 berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib

 kamu berikan kepada Allah (Mat 22:15-21).

Lagu Pembuka: MB 164/MB 176 (Toraja)

Mzm. Tgp.: MTA  863

Alleluya / A.P.I: MTA 961/MB 641 (Jawa)

Persiapan Persembahan: MB 532/MB 667 (Lio-Flores)

Lagu Komuni: MB 282/MB 699 (Papua Kupel)

Madah Pujian: MB 309/MB 798 (Batak Karo)

 

Ulasan:

Injil ini tidak hanya bicara mengenai wajarnya membayar pajak. Yesus mengakui adanya wewenang pemerintah, namun sekaligus Ia mengingat adanya keterbatasan wewenang tsb. Manusia / kita bertanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan Allah dimana kurang diperhatikan seperti dalam korupsi, ketidakadilan, kerusakan alam lingkungan dsb. Sebagai kesimpulan: orang Kristen tidak boleh absen dalam politik dan urusan masyarakat tetapi harus ikut membangun dunia yang makin adil dan damai.

 

 

26 Oktober 2014 – Hari Minggu Biasa XXX

 

Tema: Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Bac. I: Jika kamu menindas seorang janda atau anak

 yatim, maka murka-Ku akan bangkit, dan Aku akan

 membunuh kamu (Kel 22:21-27).

Mzm Tgp: Aku mengasihi Tuhan, Dia sumber kekuatan

 (Mz 18)

Bac. II: Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah

 untuk mengabdi kepada Allah dan menantikan

kedatangan Anak-Nya (1 Tes 1:5c-10).

Bac. Injil: Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah

 sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Mat 22:34-40).

Pembuka: MB 478/MB 775 (Nias)

Mzm. Tgp.: MTA 839/MB 290 (Jawa)

Alleluya / A.P.I: MTA 962/MB 642 (Jawa)

Persiapan Persembahan: MB 297/MB 788 (Kei-Maluku)

Lagu Komuni: MB 290/MB 284

Madah Pujian: MB 299/MB 785 (Ngada-Flores)

 

Ulasan:

Arti "hukum" dalam Kitab Suci lebih luas daripada peraturan pajak atau hukum negara. Mirip dengan keinginan seorang ayah terhadap anak dan isterinya: bila dikabulkan akan timbul rasa bahagia dalam hati semua yang bersangkutan. Artinya jauh berbeda dengan "perintah". Injil menegaskan bahwa kasih merupakan dasar dari "seluruh Kitab Suci" / ungkapan kehendak Allah terhadap manusia, termasuk teguran sebagaimana diwartakan oleh para nabi. Janganlah dipandang sebagai ungkapan kemarahan Allah, tetapi sebagai keinginan Bapa di surga untuk membuat para anak di dunia menjadi bahagia. Maka "hukum" pertama ini dikaitkan dengan "hukum" kedua yakni kasih pada sesama sebagai dasar agar hidup bersama menjadi nyaman.